Masuknya peradaban dunia ke Indonesia terjadi sejak abad pertama Masehi, suatu massa ketika bangsa indonesia mulai berinteraksi dengan bangsa asing melalui sebuah pelayaran.
Pengaruh langsung, yaitu dengan cara bangsa-bangsa asing tersebut datang ke Indonesia dan berinteraksi dengan bangsa Indonesia.
Sedangkan pengaruh yang tidak langsung yaitu aspek kehidupan dari peradaban bangsa asing dibawa oleh bangsa lain yang datang ke Indonesia, artinya datang ke Indonesia melalui perantara bangsa lain.
Berikut ini merupakan contoh dari pengaruh peradaban dunia terhadap kebudayaan dan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia.
1.Kebudayaan Bachson-Hoabinh dan Dongson
Bacson dan Hoabinh adalah dua daerah di wilayah Vietnam, Asia Tenggara, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Mesolithikum yang kemudian berkembang menjadi Neolithikum.Sementara itu, Dongson yang juga berada di kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai pusat kebudayaan perunggu.
a.Kebudayaan Bachson-Hoabinh
Istilah itu digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/dua sisi permukaannya. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga provinsi-provinsi di selatan pada kurun waktu 1800-3000 tahun yang lalu.
Alat peninggalan yang terdapat di Indonesia dapat dijumpai di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua. Seperti kapak pendek di zaman Mesolithikum.Kapak itu masih kasar dan juga ada yang sudah diasah hingga tajam. Hal ini menunjukkan kebudayaan Proto-Neolithikum. Di antara kapak tersebut terdapat jenispebble,yaitu kapak Sumatra dan kapak Pendek.
Pengaruh buadaya Hoa Bihn di kep. Indonesia sebagian besar terdapat di Sumatra. Hal itu dikarenakan letaknya yang lebih dekat dengan tempat asal budaya ini. Sebagian besar alat batu yang ditemukan adalah alat batu kerakal yang diserpih pada satu sisi dengan bentuk lonjong atau bulat telur.
b.Kebudayaan Dongson
Meningkatnya kehidupan sosial ekonomi manusia, menyebabkan terjadinya peningkatan bentuk kehidupan dari masa sebelumnya. Peningkatan ini terutama dalam hal pengolahan logam, khususnya perunggu dan besi.
Zaman perundagian sering disebut zaman Kemajuan Teknologi karena pada masa itu teknologi telah berkembang. Mereka sudah mengenal teknik bival vedana cire perdue dalam pembuatan logam.
Benda-benda yang dihasilkan antara lain Nekara perunggu, kapak perunggu, bejana perunggu, arca-arca perunggu, dan perhiasan. Sedangkan benda-benda dari besi antara lain mata kapak, pisau, pedang, cangkul dan tongkat.
Manusia pendukung kebudayaan Dongson adalah Melayu Muda(Deutro Melayu)yang masuk ke Indonesia sekitar 500 SM. Selain kebudayaan yang sifatnya material, telah dikenal beberapa macam kebudayaan spiritual sebagai berikut.
1)Kepandaian membuat perahu
2)Kepandaian bercocok tanam
3)Pengetahuan perbintangan atau Astronomi
4)Kepercayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar