Setiap waktu Allah begitu baiknya melimpahkan kasih sayang, hingga tiba saat kita mengetahui tentang hukum cinta yang dilarang.
Cinta yang berbalut dalam sebuah hubungan yang penuh kerugian. Seketika pikiran dan hati menjadi berantakan, apa yang telah kita perbuat selama ini adalah sebuah kerugian.
Bersyukur kita diberi kesempatan untuk mengetahui tentang banyaknya khilaf dan kesalahan.
Semua belum terlambat untuk memperbaiki diri dan iman.
Sebuah kesempatan ini adalah bukti Allah cinta dan sayang.
Cinta ini harus segera kita hijrahkan, memilih kehilangan cinta tanpa ikatan halal itu lebih nyaman.
Karena Allah tak akan pernah menyia-nyiakan, usaha hamba-NYA yang sedang memperbaiki iman.
Kita hijrahkan cinta untuk Allah Ar- Rahman, karena jodoh pasti akan datang.
Entah kapan, itu sudah menjadi ketetapan Allah dalam menguji iman.
Bersabar dan terus istiqomah dalam setiap ujian dan perbaikan.
Maka hijrah cinta kita akan berbuah manisnya iman.
Dalam sebuah ketaatan, biar cinta kelak tumbuh dalam pernikahan.
Pasangan yang bersikap manis dan berparas tampan belum tentu kelak ia akan membawa kita pada pernikahan.
Bahkan ia yang rela berlutut menangis memohon tak ditinggalkan, bisa lebih mudah terbalik hatinya untuk meninggalkan kita sendirian.
Hanya pernikahan bukti ia benar-benar sedang berjuang, tanpa pernikahan semua yang dilakukan hanya sebuah bualan.
Jangan biarkan hatimu ditaklukan, hanya dengan janji tanpa bukti dan kepastian.
Mau sampai kapan? Bertahan pada cinta yang tak pasti dan terlarang.
Bahkan yang dalam hitungan jam akan menuju pelaminan, tak ada yang bisa memberi sebuah jaminan.
Hati ini mudah terbolak-balik dalam sebuah kehidupan, maka teguhkanlah hati dan iman bersandar dalam do’a dan keistiqomahan kepada Ar Rahman.
---
sumber: kartunmuslimah