1. PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS.
Peradaban Mohenjodaro-Harappa di India
Berdasarkan hasil penggalian yang dilakukan oleh RD Bannerji dan Sir Jhon Marshall tahun 1922 di kota Mohenjodaro dan Harappa ditemukan antara lain:
1. Dua buah patung yang coraknya berbeda yaitu:
• Patung laki-laki sebatas dada • Patung seorang penari
2. Terdapat bekas bangunan rumah bertingkat yang sudah beberapa kali mengalami kehancuran (6 – 7 lapis)
3. Ditemukan meterai yang berfungsi sebagai hiasan keagamaan dan dianggap mempunyai kesaktian
4. Ditemukan patung Dewi Ibu/Dewi Kesuburan
5. Bangsa yang mendiami daerah tersebut adalah suku DRAVIDA yang pada tahun 1500 SM diserbu oleh suku bangsa ARYA (Indo Jerman) sehingga suku asli terdesak ke Selatan yaitu dataran tinggi Dekhan
6. Mengenal ajaran Karma Samsara
2. PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING
Kepercayaan masyarakatnya adalah Polytheisme (Percaya pada banyak Dewa) seperti: Dewa Angin, Dewa Hujan, Dewa Langit, dewa Bumi, Dewa sungai dsb. Kehidupan masyarakatnya bercocok tanam dengan memanfaatkan aliran sungai Kuning seperti: gandum, padi, jagung, Teh dan kedelai. Karena daerahnya yang subur menjadi pusat perhatian bangsa Asia Tengah (Mongol) sehingga berlaku hokum tantangan dan jawaban. Tantangannya yaitu : Bangsa-bangsa ganas di Asia Tengah selalu memusatkan perhatiannya pada lembah Sungai Kuning yang subur. Jawabannya: Karena serangan yang terus menerus maka kaisar China membangun tembok besar (The Great Wall Of China) panjangnya: 2000 mil, Lebar: 5 meter, dan tingginya: 11 meter. Pada masa pemerintahan Dinasti Chou hubungan antara daerah satu sama lain belum lancer sehingga tugas pengawasan di daerah diserahkan pada para bangsawan rendahan (Vazal). Untuk membalas kebaikan mereka maka kaisar memberikan pinjaman tanah yang pada akhirnya melahirkan sistem Feodal. Selain itu terdapat ajaran filsafat Kong Hu Chu yang pada prinsipnya adalah pembinaan kehidupan yang selaras dengan alam, keluarga dan leluhur. Ajaran ini lahir karena terjadi pertentangan antara para vazal dan manusia terlena dengan urusan keduaniaan. Juga lahir ajaran Taoisme oleh Lao-Tze yang mengatakan bahwa ada kekuatan gaib yang mengatur keadilan dan ketertiban di alam semesta yang disebut TAO. Keadilan dan ketenteraman akan tercapai apabila orang akan tunduk pada ajaran TAO.
3. PERADABAN LEMBAH SUNGAI TIGRIS DAN EUFRAT
Peta Mesopotamia
Wilayahnya sangat subur karena diapit oleh dua sungai besar yaitu Tigris dan Eufrat. Mata pencaharian penduduknya adalah pertanian (Kedelai dan jewawut), Peternakan (domba, lembu dsb) dan perdagangan (antara Laut Tengah, India, Asia Tengah, Teluk Persia dan Laut Merah ). Kepercayaan masyarakatnya Polytheisme, seperti: Dewa Air (Enki), Dewa langit (Anu), Dewa Bumi (Enlil), Dewa Api dan Dewa Kesuburan (Marduk). Khusus untuk Dewa Marduk dibuatkan patung wanita yang menggambarkan dewi kesuburan dan dibuatkan Ziggurat (bangunan dari tanah liat yang dibangun di atas gundukan tanah). Dalam bidang lain mereka mengenal:
UU Hammurabi (Codex Hammurabi)
• Dalam bidang astronomi mengenal khatulistiwa dibagi menjadi 3600 mengenal bintang dan planet
• Mengenal sistem kalender berdasarkan perhitungan bulan
• Mengenal pembagian waktu (jam, menit, detik) dan menghitung dengan satuan 60-an (sixadesimal). Bangsa yang mendiami daerah ini adalah Bangsa Sumeria lalu di kalahkan oleh suku Amoria dari Indo Jerman dan mendirikan kerajaan Babylonia I dengan Raja Hammurabbi. Tahun 750 SM dikalahkan oleh bangsa Assyria dengan Raja Ashurbanipal. Tahun 612 SM bangsa Assyria dikalahkan oleh bangsa Kaldea yang membangun kerajaan Babylonia II dengan Raja Nebukadnezar. Tahun 536 SM menjadi rebutan bangsa Media dan Persia yang dimenangkan oleh Persia. Persia memerintah di atas wilayah Mesopotamia yang subur (550 SM)
Jumat, 20 Mei 2016
Peradaban Awal yang berpengaruh terhadap Peradaban Indonesia
Masuknya peradaban dunia ke Indonesia terjadi sejak abad pertama Masehi, suatu massa ketika bangsa indonesia mulai berinteraksi dengan bangsa asing melalui sebuah pelayaran.
Pengaruh langsung, yaitu dengan cara bangsa-bangsa asing tersebut datang ke Indonesia dan berinteraksi dengan bangsa Indonesia.
Sedangkan pengaruh yang tidak langsung yaitu aspek kehidupan dari peradaban bangsa asing dibawa oleh bangsa lain yang datang ke Indonesia, artinya datang ke Indonesia melalui perantara bangsa lain.
Berikut ini merupakan contoh dari pengaruh peradaban dunia terhadap kebudayaan dan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia.
1.Kebudayaan Bachson-Hoabinh dan Dongson
Bacson dan Hoabinh adalah dua daerah di wilayah Vietnam, Asia Tenggara, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Mesolithikum yang kemudian berkembang menjadi Neolithikum.Sementara itu, Dongson yang juga berada di kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai pusat kebudayaan perunggu.
a.Kebudayaan Bachson-Hoabinh
Istilah itu digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/dua sisi permukaannya. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga provinsi-provinsi di selatan pada kurun waktu 1800-3000 tahun yang lalu.
Alat peninggalan yang terdapat di Indonesia dapat dijumpai di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua. Seperti kapak pendek di zaman Mesolithikum.Kapak itu masih kasar dan juga ada yang sudah diasah hingga tajam. Hal ini menunjukkan kebudayaan Proto-Neolithikum. Di antara kapak tersebut terdapat jenispebble,yaitu kapak Sumatra dan kapak Pendek.
Pengaruh buadaya Hoa Bihn di kep. Indonesia sebagian besar terdapat di Sumatra. Hal itu dikarenakan letaknya yang lebih dekat dengan tempat asal budaya ini. Sebagian besar alat batu yang ditemukan adalah alat batu kerakal yang diserpih pada satu sisi dengan bentuk lonjong atau bulat telur.
b.Kebudayaan Dongson
Meningkatnya kehidupan sosial ekonomi manusia, menyebabkan terjadinya peningkatan bentuk kehidupan dari masa sebelumnya. Peningkatan ini terutama dalam hal pengolahan logam, khususnya perunggu dan besi.
Zaman perundagian sering disebut zaman Kemajuan Teknologi karena pada masa itu teknologi telah berkembang. Mereka sudah mengenal teknik bival vedana cire perdue dalam pembuatan logam.
Benda-benda yang dihasilkan antara lain Nekara perunggu, kapak perunggu, bejana perunggu, arca-arca perunggu, dan perhiasan. Sedangkan benda-benda dari besi antara lain mata kapak, pisau, pedang, cangkul dan tongkat.
Manusia pendukung kebudayaan Dongson adalah Melayu Muda(Deutro Melayu)yang masuk ke Indonesia sekitar 500 SM. Selain kebudayaan yang sifatnya material, telah dikenal beberapa macam kebudayaan spiritual sebagai berikut.
1)Kepandaian membuat perahu
2)Kepandaian bercocok tanam
3)Pengetahuan perbintangan atau Astronomi
4)Kepercayaan.
Pengaruh langsung, yaitu dengan cara bangsa-bangsa asing tersebut datang ke Indonesia dan berinteraksi dengan bangsa Indonesia.
Sedangkan pengaruh yang tidak langsung yaitu aspek kehidupan dari peradaban bangsa asing dibawa oleh bangsa lain yang datang ke Indonesia, artinya datang ke Indonesia melalui perantara bangsa lain.
Berikut ini merupakan contoh dari pengaruh peradaban dunia terhadap kebudayaan dan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia.
1.Kebudayaan Bachson-Hoabinh dan Dongson
Bacson dan Hoabinh adalah dua daerah di wilayah Vietnam, Asia Tenggara, yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Mesolithikum yang kemudian berkembang menjadi Neolithikum.Sementara itu, Dongson yang juga berada di kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai pusat kebudayaan perunggu.
a.Kebudayaan Bachson-Hoabinh
Istilah itu digunakan sejak tahun 1920-an untuk menunjukkan tempat pembuatan alat-alat batu yang memiliki ciri dipangkas pada satu/dua sisi permukaannya. Batu kali yang berukuran lebih kurang satu kepalan dan seringkali seluruh tepiannya menjadi bagian yang tajam. Ditemukan di seluruh wilayah Asia Tenggara hingga Myanmar (Burma) di barat dan ke utara hingga provinsi-provinsi di selatan pada kurun waktu 1800-3000 tahun yang lalu.
Alat peninggalan yang terdapat di Indonesia dapat dijumpai di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua. Seperti kapak pendek di zaman Mesolithikum.Kapak itu masih kasar dan juga ada yang sudah diasah hingga tajam. Hal ini menunjukkan kebudayaan Proto-Neolithikum. Di antara kapak tersebut terdapat jenispebble,yaitu kapak Sumatra dan kapak Pendek.
Pengaruh buadaya Hoa Bihn di kep. Indonesia sebagian besar terdapat di Sumatra. Hal itu dikarenakan letaknya yang lebih dekat dengan tempat asal budaya ini. Sebagian besar alat batu yang ditemukan adalah alat batu kerakal yang diserpih pada satu sisi dengan bentuk lonjong atau bulat telur.
b.Kebudayaan Dongson
Meningkatnya kehidupan sosial ekonomi manusia, menyebabkan terjadinya peningkatan bentuk kehidupan dari masa sebelumnya. Peningkatan ini terutama dalam hal pengolahan logam, khususnya perunggu dan besi.
Zaman perundagian sering disebut zaman Kemajuan Teknologi karena pada masa itu teknologi telah berkembang. Mereka sudah mengenal teknik bival vedana cire perdue dalam pembuatan logam.
Benda-benda yang dihasilkan antara lain Nekara perunggu, kapak perunggu, bejana perunggu, arca-arca perunggu, dan perhiasan. Sedangkan benda-benda dari besi antara lain mata kapak, pisau, pedang, cangkul dan tongkat.
Manusia pendukung kebudayaan Dongson adalah Melayu Muda(Deutro Melayu)yang masuk ke Indonesia sekitar 500 SM. Selain kebudayaan yang sifatnya material, telah dikenal beberapa macam kebudayaan spiritual sebagai berikut.
1)Kepandaian membuat perahu
2)Kepandaian bercocok tanam
3)Pengetahuan perbintangan atau Astronomi
4)Kepercayaan.
Langganan:
Postingan (Atom)